Theloebizz’s alluring soul

February 20, 2008

mono–poli (gami)

Filed under: iSenG ajAh — theloebizz @ 9:52 pm

sejatinya wanita tidak ingin menjadi nomer 2..dia ingin diposisikan sebagai yang pertama (klo bisa) yang terakhir pula bagi pasangan hidupnya…

aaaah rasanya itu cuma bohong/bias belaka…kenapa???yaah coba perhatikan baik2 lirik berikut yg dibawakan oleh kaum hawa :

Astrid – Jadikan Aku Yang Kedua

“…jadikan aku yang kedua
buatlah diriku bahagia
walau pun kau takkan pernah
kumiliki selamanya…”

bener kan???klo wanita sudah menyerahkan diri menjadi pengganti yg pertama berarti dia merasa bahwa tindakannya benar bukan???

sejujurnya..gw msh ga ngerti dgn konsep mono/poli (gami) ini…semua bebas memilih jalan2nya masing2..milih tuk merusak kebahagiaan dari si pertama atau milih tuk setia selamanya apapun godaan yg menghampiri??apalagi klo dengerin lirik berikut :

T2 – Lelaki Cadangan

“…Kan aku sudah pernah bilang,
pacar ku, bukan cuma kamu saja,
ku, mempunyai dua hati,
yang tak bisa, untuk ku tinggali.
Kan aku sudah pernah bilang,
janganlah, kamu terlalu sayang,
dan, bila nanti kau menghilang,
ku masih, punya lelaki cadangan….”

serem yah??ternyata wanita punya keinginan terpendam tuk bisa melakukan apa yg (konon) menjadi keistimewaan lelaki tuk bisa memiliki kekasih/istri lebih dari 1 org….tp apa iya yah..ada manusia biasa yg sanggup membagi hatinya tuk dua/lebih org berbeda???

hati terbelah 2 biar gampang dibelah aje hatinya hihihihi :D

gw sih simple aja…selama gw pengen pasangan gw (kelak) menjadi setia..yah gw jg hrs belajar setia..meskipun tiap hari adaaaa aja hal2 yg bisa menggoyah pertahanan iman dan menggerogoti kekuatan hati..tp klo niatnya lurus dan ikhlas insyaAllah dilindungi selalu kok..

dan pada akhirnya…kita cuma pemain sandiwara di dunia ini…dgn produser merangkap sutradara : Yang Kuasa…asisten sutradara : malaikat (paling setia mngikuti kemanapun kita berada :) )…dimana di setiap jalan critanya penonton pasti menginginkan adanya happy ending (di dunia maupun akhirat)…semua bergantung pada tingkat kemahiran para aktor/aktris tuk bisa berimprovisasi, mengeluarkan segenap kemampuannya tuh meraih rating tertinggi di mata penonton…uupppss..perkenalkan penontonnya : si penghitung amal… ;)

Blog at WordPress.com.